Slider Widget

Ads Here

Minggu, 26 Juli 2020

Review Acer Predator Triton 500 (2020): Tipis Tapi Super Kencang oleh - duniageforce.online

Halo sahabat selamat datang di website duniageforce.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Review Acer Predator Triton 500 (2020): Tipis Tapi Super Kencang oleh - duniageforce.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Baru-baru ini, Acer memperkenalkan produk baru untuk lini Predator Triton, yakni Acer Predator Triton 500 (2020), di mana produk ini sekaligus menjadi varian terbaru dari Predator Triton 500 tahun lalu dengan beragam peningkatan yang juga baru.

Predator Triton 500 (2020) ini sekaligus menjadi sebuah laptop gaming kelas teratas yang datang dengan bodi tipis, sebuah deskripsi singkat yang paling pas untuk Predator Triton 500 ini. Dilengkapi dengan RTX 2080 dan layar 300Hz, laptop ini hadir bagai mimpinya semua gamer. Namun, seperti apa performa dari Predator Triton 500 terbaru ini? Simak selengkapnya dalam pembahasan kami kali ini.

Desain dan Spesifikasi

Predator Triton 500 (2020) ini hadir dengan dapur pacu utama menggunakan prosesor Core i7-10875H (8C/16T, TDP 45 Watt, clock up to 5.1 GHz), RAM DDR4 32 GB (2x 16 GB, beroperasi di DDR4-2933), storage utama SSD 2x 512 GB M.2 NVMe PCIe (RAID 0), GPU GeForce RTX 2080 Super 8 GB GDDR6, dan konektivitas mengusung Killer Wi-Fi 6 AX1650 (Wi-Fi 6/AX, Bluetooth 5), dan Killer E3100 (2.5 GbE).

Layar dari Predator Triton 500 terbaru ini menggunakan besar layar 16.6″ beresolusi Full HD (1920 x 1080 piksel), dengan panel IPS dan memiliki refresh rate 300 Hz. Form factor-nya berupa Clamshell dengan material logam/metal berdimensi 358.5 x 255 x 17.9 mm dan bobot hanya 2.10 kg, dan keyboard memiliki RGB per-key.

Konektor dan tombol yang terdapat pada sisi kiri laptop terdiri dari DC In, 2.5 GbE, USB 3.1 Gen 1, HDMI 2.0, Microphone Jack, dan Headphone Jack. Sementara untuk sisi kanannya, terdiri dari Thunderbolt 3, Mini Display Port, dan 2x USB 3.1 Gen. 1.

Laptop gaming ini memiliki software yang bernama Predator Sense, di mana software ini berfungsi untuk mengatur Lightning pada keyboard, mengatur Fan, melakukan Overcloking hingga Monitoring kondisi laptop secara keseluruhan.

Uji Performa

Untuk menguji performa dari Predator Triton 500 (2020) ini, kami menjalankan set benchmark yang umumnya kami pakai ketika menguji sebuah laptop gaming. Adapun tes yang kami jalankan kali ini terdiri dari tes yang mengukur konsistensi performa laptop, mengukur skor grafis hingga performa kecepatan yang dimiliki storage utamanya.

CPU Max. Core Ratio â€" Single Core

Cinebench R15 (Performance Consistency)

3DMark (Fire Strike, Time Spy, Port Royal)

Max-Q Dynamic Boost (3DMark Fire Strike)

CrystalDisk Mark

Tes Gaming

Tidak lengkap rasanya jika menguji sebuah laptop gaming, tetapi tidak disertai dengan uji ketika bermain game. Tentu saja, kami menguji sejumlah game pada Predator Triton 500 ini, baik game standar hingga AAA. Dalam kondisi laptop menyala dengan adaptor, berikut hasil yang kami dapatkan:

  • CS:GO (1080p, Low): 300 fps ke atas
  • Valorant (1080p, Max): 200 â€" 300 fps
  • PUBG (1080p, Medium): 115 â€" 145 fps
  • Rainbow Six: Siege (1080p, Ultra): 215 â€" 250 fps
  • Call of Duty: Warzone (1080p, High): 90 â€" 120 fps
  • Shadow of the Tomb Raider (1080p, DX12, High, RTX Off): 110 â€" 120 fps
  • Shadow of the Tomb Raider (1080p, DX12, High, RTX Ultra): 50 â€" 65 fps

Bagaimana ketika laptop gaming dipakai tanpa adaptor dan bergantung sepenuhnya dengan baterai bawaan? Kami mengujinya dengan bermain satu game, Shadow of the Tomb Rider (benchmark), dengan membandingkannya ketika bermain dengan adaptor dan dengan baterai; dengan hasil berikut ini:

Shadow of the Tomb Raider (Benchmark)

  • Plugged On: Average 107 fps
  • On Battery: Average 31 fps

Daya Tahan Baterai

Kami menggunakan pengujian berupa Video Playback kualitas 1080p untuk menguji daya tahan baterai dari Predator Triton 500 versi baru ini. Video Playback ini sendiri dibagi dua, di mana satu pengujian dengan menggunakan Discrete GPU Only, sementara satunya Switchable dengan Refresh Rate 60 Hz.

Hasilnya, dengan Discrete GPU Only, laptop bertahan hingga 2 jam 10 menit. Sementara Switchable dengan refresh rate 60 Hz, laptop mampu bertahan hingga 5 jam 10 menit.

Untuk kecepatan charging ulang laptop hingga baterai terisi penuh, Predator Triton 500 membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

Sistem Pendingin & Suhu Kerja

Predator Triton 500 (2020) ini menggunakan 3 buah kipas 4th Gen Aeroblade sebagai sistem pendinginnya, dengan suhu kerja yang kami tes untuk CPU dan GPU menunjukkan suhu kerja sebagai berikut:

  • CPU â€" Cinebench R20 (30 menit):
    • Rata-rata di 85°C
    • Max. di 95°C
  • GPU â€" 3DMark Fire Strike Stress Test
    • Normal Mode: Max. 70°C
    • Turbo Mode: Max. 63°C (Fan Max)

Cukup menarik untuk dilihat bagaimana performa CPU bisa lebih tinggi dibandingkan dengan suhu GPU yang jauh lebih dingin ketika digunakan, bahkan ketika mode Turbo dijalankan. Sebagai informasi, ketika mode Turbo dijalankan, kipas bekerja sangat kencang dan mungkin akan cenderung “berisik” bagi beberapa orang, sehingga jika ingin menggunakan laptop dalam keadaan mode kencang, ada baiknya untuk menggunakan headphones atau sejenisnya supaya tidak terganggu dengan suara kipas yang berjalan kencang tersebut.

Harga dan Ketersediaan

Acer menyebutkan bahwa Predator Triton 500 ini akan hadir tidak lama lagi, dengan harga mulai dari Rp 49.999.000.

Penjelasan lebih lengkap bisa dilihat di video ini:

Itulah tadi informasi dari idn poker terpercaya mengenai Review Acer Predator Triton 500 (2020): Tipis Tapi Super Kencang oleh - duniageforce.online dan sekianlah artikel dari kami duniageforce.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar